Analisa Forex

Trump Effect, Dolar AS Menguat

dolar-as
Ditulis oleh TentangForex.com

Akibat sentimen positif para investor pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS (atau yang marak disebut juga Trump Effect) maka pada Senin (21/11) awal perdagangan Asia dolar AS menembus level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kebijakan Trump soal fiskal ekspansif dianggap memicu sentimen positif tersebut.

Indeks dolar naik 0.1 persen ke 101.31, setelah pekan sebelumnya naik lebih dari 4 persen dan menjadi lonjakan tertinggi sejak Maret 2015. Pada Jumat dolar menembus 101.48, tertinggi sejak April 2003.

Dolar merangkak naik dan menembus ¥ 111.190 yang merupakan angka tertinggi semenjak awal Juni. Menurut data dari Commodity Futures Trading Commission pada Jumat (18/11), selama seminggu spekulan mengurangi spekulasi terhadap dolar terhitung sejak 15 November. Hal ini dilakukan sebagai aksi ambil untung mengurangi posisi beli. Dolar tercatat terakhir turun sebesar 0,1 persen atau di 110,82 yang disebabkan antisipasi para investor menyambut Thanksgiving di AS pekan ini. Pasar Tokyo juga akan ditutup pada libur hari Rabu.

Dugaan bahwa terpilihnya Trump akan menggiring kenaikan inflasi dan suku bunga Bank Federal memicu penguatan mata uang dolar.

“Sulit menjual dolar terhadap yen di atas level yang tertentu, pada situasi seperti ini,” ujar Masashi Murata, strategis mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo. Ia juga memprediksi rentang 109.50 sampai 112 untuk pasangan mata uang tersebut di minggu ini.

Tentang Penulis

TentangForex.com

Editorial Staff di TentangForex.com adalah sebuah team yang dibentuk dengan tujuan untuk berbagi informasi mengenai Forex Trading.
Semua informasi yang Anda dapat di TentangForex.com adalah gratis.

Beri komentar