Analisa Forex

Minyak Mentah Melonjak, Efek Davos

minyak-mentah
Ditulis oleh TentangForex.com

Minyak mentah melonjak pasca para menteri OPEC dan perwakilan dari negara penghasil minyak utama melakukan pertemuan akhir pekan lalu.

Minyak mentah melonjak setelah Menteri Energi Arab Saudi Khalid al- Falih menyampaikan bahwa pengurangan produksi sekitar 1.5 juta sampai 1.8 juta barel seperti yang dijanjikan oleh negara-negara OPEC dan non OPEC sudah berjalan di pasar. Pembicaraan tersebut berlangsung di Davos selama World Economic Forum, pada Jumat (20/01).

Minyak mentah menguat pasca para menteri OPEC dan perwakilan dari negara penghasil minyak utama melakukan pertemuan akhir pekan lalu. Kenaikan minyak mentah ini terpantau di sesi Asia, Senin (23/01).

Para trader melihat sinyal adanya pengurangan pasokan global dari para produsen utama masih akan berlangsung dengan baik.

Minyak Brent harganya menjadi $ 55,55 atau terpantau naik sebesar 0.18 persen di ICE Futures Exchange, London. Sementara kenaikan minyak mentah di New York Merchantile Exchange mencapai 0.21 persen sehingga kini seharga $ 53,30 per barel.

Salah satu keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah keterlibatan Arab Saudi dalam mengambil inisiatif dan kontribusi dari negara-negara lain. Menurut Menteri Energi Rusia Alexander Novak, pertemuan tersebut terbilang berhasil dengan ekspektasi di atas rata-rata.

Tentang Penulis

TentangForex.com

Editorial Staff di TentangForex.com adalah sebuah team yang dibentuk dengan tujuan untuk berbagi informasi mengenai Forex Trading.
Semua informasi yang Anda dapat di TentangForex.com adalah gratis.

Beri komentar